Aturan 4% adalah pedoman sederhana: jika di tahun pertama pensiun Anda menarik 4% dari total portofolio investasi, lalu setiap tahun berikutnya menyesuaikan jumlah itu dengan inflasi, maka secara historis uang tersebut cenderung bertahan selama minimal 30 tahun tanpa habis.
Bermula dari seorang perencana keuangan di California
Pada tahun 1994, seorang penasihat keuangan bernama William Bengen mempublikasikan riset yang menguji berbagai tingkat penarikan dana pensiun terhadap data pasar saham dan obligasi Amerika Serikat sejak tahun 1926. Ia ingin menjawab pertanyaan praktis dari kliennya: berapa persen dari tabungan pensiun yang aman ditarik setiap tahun tanpa risiko kehabisan uang di masa tua?
Bengen menguji skenario penarikan mulai dari tahun-tahun terburuk sepanjang sejarah pasar — termasuk periode Depresi Besar dan krisis minyak 1970-an. Hasilnya, ia menemukan bahwa tingkat penarikan awal sebesar 4–4,5% dari portofolio, dengan penyesuaian inflasi setiap tahun, hampir selalu bertahan setidaknya 30 tahun, bahkan pada periode pasar terburuk sekalipun.
Trinity Study memperluas temuannya
Empat tahun kemudian, tiga profesor dari Trinity University menerbitkan studi yang lebih dikenal luas sebagai Trinity Study (1998). Mereka menguji kombinasi alokasi saham dan obligasi yang lebih beragam, dengan berbagai tingkat penarikan dan durasi pensiun. Studi inilah yang mempopulerkan angka "4%" sebagai patokan yang mudah diingat, dan menjadi rujukan utama gerakan Financial Independence, Retire Early (FIRE) yang tumbuh pesat sejak awal 2010-an.
Angka 4% bukan hukum alam — ia adalah kesimpulan statistik dari data pasar Amerika Serikat pada satu rentang waktu tertentu.
Mengapa angka ini begitu populer
Kesederhanaannya adalah kekuatannya. Alih-alih menghitung proyeksi rumit, siapa pun bisa mengalikan pengeluaran tahunan dengan 25 untuk memperkirakan target dana pensiun mereka — kebalikan matematis dari penarikan 4%. Ini mengubah tujuan pensiun yang abstrak menjadi satu angka konkret yang bisa dikejar.
Namun perlu diingat, aturan ini lahir dari data historis pasar AS dan diuji untuk masa pensiun 30 tahun. Artikel-artikel berikutnya akan membahas cara menghitungnya, batasannya, serta bagaimana relevansinya bagi pembaca di Indonesia.